Friday, February 9, 2018

Memiliki Fisik Yang Tidak Sempurna, Tidak Membuat Mereka Berenti Berkarya, Berikut 12 Difabel yang Menginspirasi !


Para difabel kerap diposisikan sebagai golongan yang berbeda dari orang yang kondisinya normal. Bahkan, sampai ada juga sekolah yang didirikan secara khusus untuk mereka. Walau demikian, pemisahan itu pun secara tidak langsung dapat membuat para difabel berdiri di luar lingkaran orang-orang lainnya yang memiliki standar normal dalam segi fisik maupun mental.

Bandar Poker Terbaik Oleh karena itu, wajar saja jika akhirnya para pengidap difabel sering mendapatkan perlakuan yang berbeda. Mirisnya, tidak sedikit juga orang-orang yang menganggap bahwa para pengidap difabel tidak akan bisa punya karya dalam bidang tertentu karena kekurangan yang mereka miliki, SumoQQ.

Akan tetapi, tidak sedikit pula para difabel yang bisa menunjukkan kemampuannya dalam suatu bidang terlepas dari kekurangan yang mereka miliki. Para penderita masih bisa menjadi apapun yang mereka mau dengan mengerahkan segala usaha yang mereka miliki. Mereka tetap bisa menjadi seniman dengan menelurkan karya yang luar biasa. Siap-siap terpukau!


1. Alana Ciena Tillman


Seniman yang berasal dari Calfornia ini sudah menderita penyakit langka bernama Arthrogryposis sejak lahir. Penyakit yang menyerang sendi dan otot ini membuat Alana tidak bisa menggunakan tangannya dengan baik. Namun, penyakit yang dideritanya tidak menghentikan Alana untuk tetap berkarya melalui lukisan yang dibuatnya.


2. Brian Tagalog


Pria berusia 27 tahun yang lahir di Hawaii dan pindah bersama keluarganya ke Arizona ini dinobatkan sebagai seniman tato pertama yang tidak menggunakan lengan untuk melakukan pekerjaannya, melainkan menggunakan kaki. Dia sudah memiliki kondisi ini sejak lahir, tapi dia tumbuh besar dengan menunjukkan ketertarikan kepada seni rupa dan akhirnya dia memutuskan untuk menuangkan kreativitasnya dengan menjadi seorang seniman tato.


3. Doug Landis


Doug Landis sudah dikenal sebagai seniman sejak lama. Dia mengalami kecelakaan fatal saat sedang mengikuti pertandingan gulat di sekolahnya sehingga seluruh bagian tubuh di bawah lehernya pun mengalami kelumpuhan. Walaupun begitu, dia tetap gigih untuk membuat gambar-gambar indah dengan mulutnya.


4. Iris Grace


Di usianya yang masih sangat muda, Iris memiliki gejala autisme sehingga dia tidak dapat berkomunikasi dengan baik di dunia luar. Walau demikian, dia sudah dikenal sebagai pelukis bergaya abstrak yang karyanya sudah dibeli oleh sejumlah kolektor dari pelbagai negara, termasuk Angelina Jolie. 


5. JC Sheitan Tenet


Tenet kehilangan lengan kanannya karena kecelakaan. Impiannya untuk menjadi seniman tato pun runtuh pada saat itu. Namun, dia tidak lantas menyerah dan berusaha mencari seniman tato yang mau membimbingnya. Akhirnya, seorang seniman tato bernama JL Gonzal pun merekrutnya meskipun mereka masih mencari-cari bagaimana caranya agar Tenet bisa menggunakan lengan kanannya, dan Gonzal pun merakit lengan buatan yang bisa digunakan Tenet untuk membuat tato.


6. Paul Smith


Mendiang Paul Smith yang meninggal dunia pada tahun 2007 ini adalah seorang penderita celebral palsy, yakni penyakit yang membuat motorik tubuh tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Hebatnya, dia tetap bisa membuat gambar yang indah dengan menggunakan mestin tik!


7. Rakan Abdulaziz


Pria dari Arab Saudi ini sudah menyandang cacat fisik sejak dia lahir. Walau begitu, dia berhasil menuntaskan studinya sampai selesai dan bekerja sebagai desainer grafis dan pelukis. Dengan kemampuan fisiknya yang terbatas, dia mampu membuat lukisan yang gambarnya sangat realistis!


8. Uttam Kumar


Pria kelahiran tahun 1979 ini dikenal sebagai pelukis dari India yang menggunakan kuas dengan kakinya. Cacat yang dibawanya sejak lahir tidak menghentikan Kumar untuk membuat lukisan-lukisan yang indah.


9. Zuly Sanguino


Zuly sudah menjalani hidup dengan berat sejak dirinya terlahir tanpa lengan dan kaki. Dia pernah mencoba bunuh diri untuk mengakhiri kesengsaraannya. Namun, meski ayahnya sangat kasar pada Zuly, ibunya terus memberikan motivasi sehingga gadis berusia kepala dua ini mampu menjadi seorang motivator dan pelukis yang handal.


10. Huang Guofo


Pria separuh baya ini kehilangan kedua lengannya karena kecelakaan yang dialaminya waktu dia masih kecil. Sejak usia 12 tahun, dia pun mulai melukis dengan menggunakan kaki dan mulutnya.


11. Henry Fraser


Dulunya, Fraser adalah seorang pemain rugbi sebelum dia mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan yang dialaminya di Potugal. Selama bertahun-tahun semenjak kecelakaan itu, Fraser terus membangun semangat dalam dirinya utnuk bisa melakukan suatu hal terlepas dari keterbatasan fisik yang dimilikinya. Dia selalu fokus untuk memikirkan apa yang bisa dia lakukan, bukan apa yang “tidak” bisa dia lakukan.


12. John Bramblitt


Orang dapat dengan mudahnya menduga bahwa orang buta kemungkinan besar tidak dapat meniti karier di ranah seni visual. Namun, stereotip itu ternyata tidak berlaku bagi John Bramblitt karena dia justru memulai karirnya sebagai pelukis semenjak dia mengidap epilepsi yang berujung kepada kebutaan. Dia mengandalkan penghayatan dengan indera perabanya untuk merasakan tekstur lukisan yang dibuatnya.

Itulah beberapa seniman yang menunjukkan bahwa keterbatasan fisik maupun mental tidak selamanya harus menjadi batas untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Seperti apa yang dikatakan oleh Henry Fraser, jangan fokus kepada pemikiran tentang apa yang tidak bisa dilakukan, melainkan cobalah untuk berusaha melakukan apa yang bisa dilakukan.


Share:

0 comments:

Post a Comment